Kadisdik Minta Dapotik Serius Diisi

Sekitar 125 pendidik di Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (8/12) tadi menggelar silaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola. Dalam pertemuan tersebut Kadisdik memberikan beberapa arahan agar mutu dan kualitas pendidikan serta tenaga pendidikan lebih profesional dalam meningkatkan pendidikan.

 

Kadisdik Batola Sumarji mengatakan, ada empat arahan pokok dalam silaturahmi dengan tenaga pendidik se Kecamatan Belawang tersebut. Yang pertama tentang data pokok pendidik (Dapotik). Dapotik ini menurutnya ibarat sebuah rumah yang didalamnya tentu ada kamar-kamarnya.

“Jadi setiap tenaga pendidik harus mengisi Dapotik ini,” katanya. Saat ini setiap kepala sekolah (Kepsek) ketika mengisi Dapotik memang sudah bagus, namun kamar-kamarnya sebagian masih kosong. Kamar-kamar tersebut diantaranya kualifikasi non sertifikasi, rehabilitasi, BSM, ujian nasional dan lain-lain.

“Jika ini tak diselesaikan (pengisian Dapotik, Red) maka akan berakibat fatal bagi sekolah misalnya guru tak bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi, guru tak bisa diketahui tentang kualifikasinya dan tidak terdaftar sebagai peserta ujian nasional,” ujarnya. Sumarji pun memberi batas waktu paling lambat 15 Desember nanti semuanya harus terisi.

Arahan kedua, kepala sekolah tidak boleh lagi mengangkat tenaga honor terhitung sejak Juli 2011. Karena saat ini data kekurangan untuk guru SD sudah kelebihan 342 orang. “Jika kepsek masih mengangkat guru honor tersebut, maka guru tak diakui dan tak bisa diproses data NUPTK (Nomor UNIK Pendidik dan Tenaga Kependidikan),” tegasnya.

Ketiga, Kadisdik meminta kepsek, guru dan staf TU meningkatkan kedisiplinan kerja. Laksanakan dan taati PP 53 Tahun 2012, datang dan pulang harus tepat waktu dan gunakan absensi yang akurat untuk laporan mendapatkan tunjangan daerah karena itu salah satu alat/acuan untuk menilai disiplin pegawai.

Yang terakhir dalam pertemuan tersebut Sumarji meminta agar setiap Kepsek dan guru menyiapkan bahan mengajar, merumuskan dengan baik dan pastikan aktivitas siswa lebih tinggi dibandingkan aktivitas guru. “Sebab keberhasilan mutu pendidikan tak terjadi di kantor Disdik, di kantor UPT maupun di ruang kepsek. Mutu pendidikan terjadi di ruang kelas dan gurulah sebagai ujung tombaknya,” tandasnya. (humpro-shn-dye)

baritokualakab .go.id