Pertanian Menuju Semimekanis

Bupati Batola H. Hasanuddin Murad yang terpilih kembali kembali periode 2012-2017 sangat mengetahui persis potensi  daerahnya dan mengetahui sebagian besar  masyarakatnya berprofesi di bidang pertanian.

 

Potensi pertanian pasang surut di Batola mencapai 120.652 hentare  dan yang sudah tergarap 95.000 hektare lebih.

Janjinya pada saat kampanye, Bupati Batola ini akan menjadikan kegiatan pertanian menjadi aktivitas perekonomian masyarakat atau agrobisnis.

Ini artinya, agrobisnis sebagai suatu usaha yang dilakukan masyarakat petani dengan kata lain pembangunan perekonomian di Batola adalah pembangunan ekonomi rakyat secara langsung.

Hanya saja diperiode kedua ini, Bupati akan berusaha agar para petani meninggalkan cara-cara tradisional dalam mengolah tanah seperti penggunaan parang dan cangkul.

Ke depan, para petani dalam mengolah tanah menggunakan hand traktor atau memisahkan bulir pada menginjak-injak tapi memakai power thereser.

Lima tahun ke depan, kata Bupati Batola H. Hasanuddin Murad, pertanian di kabupaten Barito Kuala memasuki semi mekanis. “Pertanian tetap mendapat perlakuan utama di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Karenanya, bidang pertanian akan mendapat dana tambahan khusus untuk pembelian alat-alat pertanian. Bahkan, kata bupati, kalau dapat dilakukan dana DAK pertanian juga diarahkan untuk pembelian alat –alat pertanian seperti hand tracktor,” katanya.

Menurut  Hasanuddin Murad, untuk mencapai semi mekanis diperlukan inovasi teknologi maupun inovasi manajemen harus menjadi salah satu input dalam penyelenggaraan di bidang pertanian.

Hasilnya, dapat diproyeksikan adanya peningkatan produksi, produktivitas, kemampuan kapasitas kelembagaan petani sehingga petani mendapat nilai tambah yaitu meningkatnya pendapatan petani.

Pertimbangan diterapkannya pertanian semi mekanis adalah bagian dari inovasi dalam menambah luasan tanam padi yang pelaksanaannya dilakukan dua kali setahun.

Usaha untuk menuju pertanian semi mekanis sudah dirintis Pemkan Batola yaitu pada tahun pertama kepemimpinan H. Hasanuddin Murad pada tahun 2008 dan sampai akhir jabatan periode pertama 20012 ini.

Sebanyak 164 hand tracktor dan 232 power thereser sudah diberikan kepada petani. Pastilah angka ini tidak mencukupi jika dibandingkan dengan luas lahan 95.00 hektare.

Meski belum mencukupi, namun hasil yang diperoleh setiap tahun selalu meningkat hasil produksi pertanian.

Dalam kurun waktu 2006-2010, Kabupaten Barito Kuala menyumbang sebesar 16,655 produksi padi di kalsel.

Produksi terakhir di Batola pada tahun 2011, dengan luas tanam 95.348 hektare telah berhasil memproduksi gabah kering giling (GKG) sebesar 342.869 ton.

Patilah hasil produksi pertanian semakin meningkat dengan sistem semi mekanis yang diterapkan Bupati Batola H. Hasanuddin Murad dan Wakil Bupati H. Ma’mun Kaderi  lima tahun ke depan, semoga.

baritokualakab .go.id