Suasana Sakral Warnai Pelantikan Hasan-Ma’mun

Terhitung sejak Minggu (04/11) hari ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Batola terpilih, H Hasanuddin Murad SH dan H Ma’mun Kaderi SE resmi menjabat untuk  periode 2012-2017.  


Suasana Kantor Bupati Barito Kuala (Batola) Minggu (04/11) pagi terlihat berbeda dari biasanya. Di halaman kantor terpasang tenda mewah ber-AC. Di dalamnya berjejer rapi kursi untuk para tamu, mulai tamu istimewa, pejabat, undangan serta seluruh lapisan masyarakat. Sementara di pekarangan depan berjejer sejumlah karangan bunga sebagai ucapan selamat mulai dari perorangan, pejabat, pengusaha, hingga institusi maupun perusahaan.  
Pagi ini dilaksanakan upacara sakral pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala terpilih periode 2012-2017, H Hasanuddin Murad SH dan Ma’mun Kaderi SE.
Pasangan yang mengantongi 105.911 suara atau 81,79 persen dari seluruh suara sah 129.495 suara mengalahkan pasangan calon Iswansyah dan Agreta Apriliana ini dilantik Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Arifin atas nama Menteri Dalam Negeri.
Bersamaan dengan pelantikan ini juga dilaksanakan pelantikan Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Batola periode 2012-2017 Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad SH dan Hj Fauziah Ma’mun Kaderi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Hj Hayatun Fardah Rudy Arifin.  
Prosesi sakral yang hanya berlangsung lima tahun sekali ini dihadiri banyak pejabat, bupati, tokoh partai politik, para anggota dewan baik pusat maupun daerah, para pengusaha, seluruh elemen masyarakat, termasuk Ketua DPP Partai Golkar H Aburizal Bakrie serta Ketua DPD
Partai Golkar Kalsel yang juga tokoh masyarakat Kalsel H Abdussamad Sulaiman HB.  
Tingginya perhatian atas pelantikan pasangan ini menunjukkan banyaknya dukungan dari masyarakat. Hal ini dibuktikan pula dengan perolehan suara yang diraih pasangan yang diusung partai Golkar, PPP, PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, PBB, PAN, dan PBR ini pada Pemilukada Batola 13 September 2012 lalu.  
Lebih-lebih pada pasangan ini terdapat salah satu calon, yakni H Hasanuddin Murad yang merupakan calon bupati incumbent yang dinilai berhasil memimpin Batola selama periode pertamanya semasa berpasangan dengan H Sukardhi. Karenanya tidak berlebihan jika pada periode 2012-2017 ini masyarakat kembali mengharapkan kelanjutan kepemimpinan demi penyempurnaan pembangunan.  
Harapan dan keinginan masyarakat ini ternyata searah dengan harapan dan keinginan pasangan Hasanuddin Murad-Ma’mun Kaderi dengan mengakomodirkannya melalui program kerja yang dituangkan dalam visi misi yang direncanakan.  
Dalam visi misi yang disampaikan pada para anggota dewan dan berbagai elemen masyarakat pada saat pencalonan, pasangan ini kembali menempatkan pembangunan bidang pertanian sebagai sasaran strategis utama sesuai potensi dan kondisi geografis Batola.  
Pasangan ini berencana dalam membangun pertanian nantinya berupaya lebih meningkatkan produksi dan produktivitas melalui pinjaman tanpa bunga untuk pengadaan pupuk bersubsidi, akan menerapkan budidaya pertanian melalui sistem semi mekanis, pemanfaatan bibit unggul padi berkualitas lokal, melakukan manajemen budidaya padi secara paripurna, diversifikasi usaha petani, serta berusaha meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Selain di sektor pertanian, pasangan yang mempunyai visi Barito Kuala Satu Kata untuk Maju Mandiri Mewujudkan Rakyat Berdaya Saing yang Sejahtera ini juga menjadikan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan sarana prasarana wilayah (infrastruktur) sebagai sasaran strategis lainnya.  
Pasangan ini juga menempatkan seluruh kegiatan pemerintahan serta perlakuan program dan kegiatan pembangunan senantiasa diproyeksikan untuk kepentingan masyarakat.
“Perlakuan pembangunan adalah pembangunan masyarakat itu sendiri yang ditempatkan pada posisi sebagai perwujudan kepentingan umum yang luas,” kata Hasanuddin Murad.
Dalam rangka memenuhi ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan daya saing, menurut mantan anggota Komisi V DPR RI ini, tentunya tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Upaya peningkatan kualitas SDM tersebut perlu dilakukan melalui peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat yang mudah, terjangkau, merata, bermutu dan memadai.    
Demikian pula agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan secara terarah, efektif dan efisien, lanjut bupati yang juga mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam ini, diperlukan fasilitasi melalui pelayanan publik yang prima oleh para aparatur pemerintah. Ini memberikan isyarat bahwa kegiatan pembangunan wajib didukung penyelenggaraan kepemerintahan yang baik oleh para pemangku kepentingan pemerintahan di Kabupaten Barito Kuala.  
“Fasilitasi pemerintah tidak hanya dilakukan terhadap upaya-upaya pembangunan pertanian sebagaimana saya sampaikan sebelumnya; namun fasilitasi juga dilakukan untuk mewujudkan pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur wilayah, khususnya yang menghubungkan akses perdesaan dan perkotaan. sehingga secara umum masyarakat Batola senantiasa  memperoleh perlindungan dan jaminan atas hak-hak dan kewajibannya untuk seluruh aspek kehidupannya sebagai warga negara Indonesia, secara memadai, adil dan merata. (Humpro Batola)

baritokualakab .go.id