Ekonomi

Potensi suatu daerah dapat dilihat dari struktur ekonomi yang menggambarkan sektor-sektor yang mengerakkan kegiatan di suatu wilayah. Struktur ekonomi yang dinyatakan dalam persentase menunjukkan besarnya peran atau kemampuan masing-masing sektor ekonomi dalam menciptakan nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing sektor dalam perekonomian tersebut. Dengan kata lain kemampuan sektoral dan ketergantungan daerah terhadap kemampuan produksi masing-masing sektor ekonominya. Apabila disajikan dari waktu ke waktumaka dapat dilihat pergeseran yang terjadi dalam struktur ekonominya.

Pergeseran struktur ekonomi sering dipakai sebagai indikator untuk menunjukkan adanya suatu proses pembangunan, tergantung dari arah pembangunan itu sendiri yang berusaha untuk mengurangi kontribusi dari sektor pertanian guna dialihkan ke sektorsektor lain yang dianggap le bih kompetitif. Kontribusi sektor terbesar yang mempengaruhi perekonomian Kabupaten Barito Kuala adalah sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 31,89 %, diikuti sektor industri pengolahan, kemudian sektor perdagangan, restoran dan hotel dilanjutkan sektor bangunan yang memberikan kontribusi lebih dari 10 %, sedangkan sektor jasa-jasa, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor listrik dan air bersih kontribusinya masih dibawah 10%.

Perekonomian selain dapat dilihat dengan menggunakan struktur ekonomi juga dapat dilihat dengan menggunakan laju pertumbuhan ekonomi. Pada dasarnya pertumbuhan ekonomi merupakan dampak nyata atas keberhasilan beberapa kebijakan ekonomi yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dijelaskan karena pertumbuhan ekonomi pada dasarnya merupakan suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa (output). Pada gilirannya, proses ini tentunya jug menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh penduduk.

Laju pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator ekonomi makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Indikator ini biasanya digunakan untuk menilai sampai seberapa jauh keberhasilan pembangunan suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Besarnya laju pertumbuhan tersebut dapat dihitung dari data PDRB atas dasar harga konstan, karena semata-mata hanya icerminkan oleh pertumbuhan barang dan jasa yang dihasilkan pada periode tertentu sebab pengaruh perubahan harga telah
ditiadakan.

Pertumbuhan positif menunjukkan adanya peningkatan kinerja perekonomian dan sebaliknya. Untuk melihat fluktuasi perekonomian tersebut secara riil, maka perlu disajikan PDRB atas dasar harga konstan secara berkala. Laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dicerminkan oleh indeks berantai PDRB atas dasar harga konstan. Pada tahun 2005 dan 2006 laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Barito Kuala adalah negatif yakni -3,32 dan -10,18. Pada tahun 2007 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala sudah bergerak ke arah positif, yakni mencapai pertumbuhan 0,34, tahun 2008 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala negative 0,96. Tahun 2009 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan yaitu sebesar 3,05.terlihat bahwa sektor pertanian mempunyai peranan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Barito Kuala sebesar 3,47 % pada tahun 2009.

Sektor industri yang mengambil peranan cukup besar dalam perekonomian mengalami kontraksi yang cukup besar dimana mengalami pertumbuhan negatif (-) sebesar 4,17 %. Dimana industri ini hampir 90 persen merupakan industri yang mengandalkan kayu sebagai bahan utamanya. Sektor bangunan yang mengalami pertumbuhan yang cukup besar pada tahun 2009 sebesar 13,12 %. Hal ini disebabkan karena adanya pembangunan infrasruktur penunjang jalan dan pembangunan perumahan. Kemudian sektor listrik dan air minum mengalami pertumbuhan sebesar 8,65 %. Sektor perdagangan, restoran dan hotel tumbuh sebesar 7,81 %. Sektor perdagangan merupakan sektor yang dibentuk oleh sektor pertanian dan sektor industri, dimana barang-barang yang dihasilkan oleh ketiga sektor tersebut merupakan komoditas utama dalam sektor perdagangan, sehingga kinerja sektor perdagangan ini dipengaruhi kinerja kedua sektor tersebut diatas. Sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami pertumbuhan negatif (-) sebesar 0,87 %.

Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan mencatat pertumbuhan sebesar 6,27 %. Subsektor perbankan sudah banyak memberikan kredit produktif bagi dunia usaha dan pertumbuhan subsektor persewaan didorong oleh banyaknya pendatang masuk yang membutuhkan tempat tinggal. Sektor jasa yang didalamnya terdapat jasa pemerintahan, jasa sosial kemasyarakatan, jasa hiburan dan rekreasi serta jasa perorangan dan rumah tangga, mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,13 %. Sektor jasa yang merupakan sektor tersier sangat dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhan pada sektor primer maupun sekunder.

baritokualakab .go.id