Kehutanan & Perkebunan

Wilayah hutan di Kabupaten ini tersebar diseluruh wilayah kecamatan, diantaranya ditumbuhi oleh berbagai jenis kayu seperti : galam, terantang, jingah, halaban, bungur dan lain-lainnya. Sebagian hutan ini merupakan kawasan lindung dengan fungsi khusus yaitu sebagai cagar alam, hutan wisata, hutan pantai berbakau dan hutan sempadan sungai.

Pulau Kaget yang terletak di Kecamatan Tabunganen dengan luas 63,6 Ha dengan satwa khas Bekantan (Navalis Lavartus) merupakan Kawasan Cagar Alam yang pemanfaatannya hanya sebatas pada penelitian yang sifatnya terbatas hal ini berdasarkan Keputusan
Menteri Pertanian tanggal 6 Nopember 1976 Nomor. 071/Kps/Um/1976. Sedangkan Pulau Kembang yang berada di Kecamatan Alalak merupakan Hutan Wisata berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Tanggal 27 Desember 1976 Nomor. 789/Kps/Um/12/1976, disamping itu hutan wisata juga terdapat di Pulau Bakut yang terletak di Kecamatan Anjir Muara dengan dengan flora yang khas yaitu rambai, kayu bulan, jingah, beringin dan fauna yaitu bekantan, kera abu-abu.

Kabupaten Barito Kuala juga mempunyai Cagar Alam Kuala Lupak seluas 3.375 Ha yang terletak di pesisir pantai di Kecamatan Tabunganen, disamping itu juga terdapat hutan produksi konversi dengan luas 31.417 Ha. Kebijakan pemerintah diarahkan untuk melestarikan sumber daya alam dan konservasi lingkungan hidup melalui program : konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup, Perlindungan Kawasan Lindung dan Sumber Daya Hutan, Rehabilitasi lahan dan hutan. Dalam usaha meningkatkan partisipasi untuk menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemeritah Daerah melaksanakan pembangunan Hutan Rakyat.

Data potensi hutan di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan bahwa potensi terbesar ada pada hutan galam dimana sebagian besar dari hutan yang ada merupakan hutan galam seluas 16.013,97 m3 Data potensi perkebunan di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan bahwa potensi terbesar ada pada kelapa dalam seluas 14.249 ha, disusul karet seluas 1.679 ha, disusul purun seluas 1.152 ha, disusul kelapa sawit seluas 368 ha dimana terjadi peningkatan yang signifikan dengan tahun – tahun sebelumnya tahun 2006 seluas 63,73 ha tahun 2007 seluas 167,85 ha sedangkan tahun 2008 meningkat tajam di tahun 2008 seluas 10.775,85 ha ini terjadi karena pembukaan lahan besar-besar untuk komoditi kelapa sawit ini, dan sagu seluas 159 ha serta kopi seluas 16 ha.

Potensi bidang perkebunan meliputi potensi alam spesifik yaitu lahan rawa gambut yang dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan potensial seluas 112.000 Ha, dan lahan produktif dibeberapa lokasi penempatan transmigrasi. Kegiatan pengembangan kelapa sawit ini, diyakini akan mampu mendukung penyediaan lapangan kerja dan pemanfaatan lahan tidur serta lebih meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

baritokualakab .go.id