Pendidikan

Berhasil tidaknya pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduknya berdampak positif bagi masa depan. Banyaknya Sekolah Negeri di Kabupaten Barito Kuala Tahun
2008 ada 335 buah, Taman Kanak–Kanak ada 2 buah, Sekolah Dasar 269 buah, Sekolah Lanjutan Pertama 48 buah, Sekolah Menengah Umum 14 buah dan Sekolah Menengah Kejuruan 2 buah.
Banyaknya murid di Kabupaten Barito Kuala jenjang Sekolah Dasar (SD) 29.745 orang yang tersebar di 17 kecamatan. Jumlah murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 6.047 orang dan untuk Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) jumlah murid
sebanyak 2.717 orang dan SMK 669 orang murid. Banyak murid tersebut didukung oleh guru yang mengajar sebanyak 2.281 orang pada Sekolah Dasar (SD), pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 672 orang guru, SMU 305 orang guru dan pada Sekolah
SMK sebanyak 68 orang
Sarana Pendidikan untuk tingkat TK yang berjumlah 147 buah masih kurang jika dibandingkan dengan desa yang berjumlah 200 buah dimana hampir seluruh kecamatan kekurangan hanya Kecamatan Tamban dan Alalak saja yang sudah sesuai jumlah desanya, untuk tingkat SD yang berjumlah 271 buah tetapi untuk kecamatan Tabukan masih kekurangan 2 sekolah dari jumlah desa sebanyak 11 buah, untuk tingkat SMA ada 2 kecamatan yang belum ada yaitu Kecamatan Mekarsari dan Cerbon.
Untuk sekolah negeri pada tingkat TK rasio guru terhadap murid 6,50 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 7 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 19,50 artinya ada sebanyak 20 orang per kelas, untuk tingkat SD rasio guru terhadap murid 13,19 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 13 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 17,73
artinya ada sebanyak 18 orang per kelas, untuk tingkat SMP rasio guru terhadap murid 9,02 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 9 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 24,52 artinya ada sebanyak 25 orang per kelas, untuk tingkat SMU rasio guru terhadap murid 10,24 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 10 orang anak didik sementara rasio murid
terhadap kelas 31,10 artinya ada sebanyak 31 orang per kelas, untuk tingkat SMK rasio guru terhadap murid 12,09 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 12 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 32,88 artinya ada sebanyak 33 orang per kelas.
Untuk sekolah swasta pada tingkat TK rasio guru terhadap murid 10,91 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 16,53 artinya ada sebanyak 17 orang per kelas, untuk tingkat SD rasio guru terhadap murid 10,63 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 14,43
artinya ada sebanyak 14 orang per kelas. Secara rata-rata rasio guru terhadap murid 10,90 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 16,43 artinya ada sebanyak 16 orang per kelas. Untuk sekolah (negeri dan swasta) pada tingkat TK rasio guru terhadap murid 10,73 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 16,6 artinya ada sebanyak 16 orang per kelas, untuk tingkat SD rasio guru terhadap murid 13,17 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 13 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 17,17 artinya ada sebanyak 17 orang per kelas, untuk tingkat SMP rasio guru terhadap murid 9,02 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 9 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 24,52 artinya ada sebanyak 25 orang per kelas, untuk tingkat SLTA rasio guru terhadap murid 10,24 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 10 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 24,52 artinya ada sebanyak 25 orang per kelas, untuk tingkat SMK rasio guru terhadap murid 12,09 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 12 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 32,88 artinya ada sebanyak 33 orang per kelas.
Untuk sekolah negeri pada tingkat MI rasio guru terhadap murid 8,90 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 9 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 19,93 artinya ada sebanyak 20 orang per kelas, untuk tingkat MTs rasio guru terhadap murid 10,81 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 30,39
artinya ada sebanyak 30 orang per kelas, untuk tingkat MA rasio guru terhadap murid 9,32 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 9 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 23,40 artinya ada sebanyak 23 orang per kelas.
Untuk sekolah swasta pada tingkat MI rasio guru terhadap murid 9,21 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 9 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 13,39 artinya ada sebanyak 13 orang per kelas, untuk tingkat MTs rasio guru terhadap murid 10,81 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 11 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 30,38
artinya ada sebanyak 30 orang per kelas, untuk tingkat MA rasio guru terhadap murid 6,06 % artinya 1 orang guru mengajar untuk 6 orang anak didik sementara rasio murid terhadap kelas 27,04 artinya ada sebanyak 27 orang per kelas
Kecamatan yang tidak mempunyai sekolah tingkat MI yaitu Kecamatan Mandastana, Belawang, Kuripan dan Jejangkit, tingkat MTs yaitu Kecamatan Belawang dan Kuripan, tingkat MA yaitu Kecamatan Belawang, Wanaraya, Cerbon, Bakumpai, Kuripan dan
Jejangkit.
Pencapaian pembangunan bidang pendidikan diukur melalui pendekatan IPM dari aspek pendidikan dinilai dari capaian indikator komponen pendukung yaitu Indeks/Angka Melek Huruf (AMH) dan Indeks/rata-rata Lama Sekolah. Kemudian analisis dilanjutkan
terhadap perkembangan derajat pendidikan yang diukur dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Angka Melek Huruf (AMH) menunjukkan prosentase penduduk 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin maupun huruf lainnya. Secara rata-rata angka melek huruf di Kabupaten Barito Kuala tahun 2009 sebesar 92,19 persen, yang berarti masih terdapat 7,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang buta huruf, utamanya penduduk usia tua.
Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengindikasikan makin tingginya pendidikan yang dicapai oleh masyarakat suatu daerah. Indikator ini digunakan untuk mengetahui rata-rata tingkat pendidikan, yaitu jumlah tahun yang telah dihabiskan oleh penduduk di seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani. Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Barito Kuala tahun 2009 mencapai 6,81 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,68. Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Sampai tahun 2008 telah terjadi peningkatan partisipasi pada jenjang SD/RA sedangkan untuk jenjang SMP/MTs dan SMU/MA mengalami penurunan. APK jenjang SD/MI/Sederajat relatif sudah tercapai yaitu mencapai 106,54 persen mengindikasikan daya serap dan tingkat partisipasi penduduk untuk mengenyam pendidikan dasar sangat besar. APK jenjang SLTP/MTs/ sederajat telah mencapai 84,53 persen sedangkan untuk APK jenjang SMU/MA sederajat mencapai 49,51 persen. Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan prosentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama (7-12 tahun). Sampai tahun 2008 telah terjadi peningkatan partisipasi pada jenjang SD/RA
sedangkan untuk jenjang SMP/MTs dan SMU/MA mengalami penurunan. APM jenjang SD/MI/Sederajat relatif sudah tercapai yaitu mencapai 89,01 persen mengindikasikan daya serap dan tingkat partisipasi penduduk untuk mengenyam pendidikan dasar cukup besar. APM jenjang SLTP/MTs/ sederajat telah mencapai 65,64 persen sedangkan untuk APM jenjang SMU/MA sederajat mencapai 36,61 persen. Untuk APM jenjang SMU/RA masih rendah dikarenakan banyak yang bersekolah di Banjarmasin khususnya untuk wilayah Alalak.

Untuk mendukung percepatan perencanaan mengenai pendidikan maka Kementerian Pendidikan Nasional telah membangun Sistem Informasi Pendidikan melalui DAPODIK (Data Pokok Pendidikan). Adapun untuk Data Pokok Pendidikan Kabupaten Barito Kuala dapat diakses melalui alamat website http://www.baritokuala.dapodik.org

baritokualakab .go.id